Designing Presentation that Wows

Catatan awal: Tulisan yang akan dibagi menjadi beberapa bagian ini adalah narasi tambahan dari slide presentasi: Presentation that Wows yang bisa Anda lihat di sini.

Pastilah sudah tidak terhitung berapa kali banyaknya Anda melihat suatu presentasi di mana pembicaranya menggunakan PowerPoint dan hasilnya sangat membosankan. Apakah itu berarti sang presenter juga membosankan? Tidak! Pastilah pula Anda pernah melihat presentasi dengan PowerPoint yang membosankan justru dari seseorang yang Anda kenal sebagai pribadi yang menyenangkan atau bahkan menginspirasi (ketika dia tidak melakukan presentasi). Ya, inilah efek dari suatu fenomena yang dikenal sebagai “Death by PowerPoint”.

PowerPoint diciptakan sebagai alat bantu visual bagi seorang presenter untuk menyampaikan pesannya secara lebih efektif. Namun sayangnya, penggunaan PowerPoint yang salah justru seringkali merusak penyampaian pesan. Padahal suatu presentasi yang disampaikan secara menarik justru dapat menginspirasi audiens untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Guy Kawasaki, pakar pemasaran dunia, mengatakan 95% presentasi PowerPoint sangat menyiksa audiensnya. Ia kemudian meralat datanya menjadi 99% presentasi PowerPoint sangat menyiksa audiens. Sebenarnya apa yang menjadi masalah? Kami mendefinisikan lima kesalahan fundamental dalam perancangan PowerPoint.

1. Membuat presentasi PowerPoint tanpa memperhatikan aspek desain.

Kenapa desain penting? Bukankah yang terpenting adalah pesan yang ingin disampaikan? Sudah kami jelaskan di atas bahwa desain yang jelek, atau tidak memperhatikan desain, malah membuat pesan yang ingin disampaikan tidak tertangkap oleh audiens. Desain yang baik dan kongruen dengan pesan yang disampaikan justru memperkuat pesan tersebut. Desain adalah komunikasi, dan bila kita gagal memperhatikan desain maka sama saja kita mendesain sebuah kegagalan. Jangan salah, Anda tidak perlu menjadi desainer profesional untuk merancang slide. Tapi Anda hanya perlu tahu beberapa konsep dasar desain demi memastikan efektivitas penyampaian pesan Anda melalui slide PowerPoint. Dalam posting lain kami akan jelaskan lebih detail mengenai hal ini.

2. Memasukkan terlalu banyak konten dan elemen ke dalam presentasi.

Kita sering terlalu percaya dengan ungkapan “More is better”. Padahal “lebih banyak” tidak selalu berarti “lebih baik”, apalagi kalau yang “lebih banyak” itu adalah sampah atau noise yang mengganggu pesan yang ingin disampaikan. Kita ingin dilihat sebagai seseorang yang mengetahui banyak hal, itulah sebabnya kita menaruh sebanyak-banyaknya isi ke dalam presentasi kita. Lebih penuh dan lebih rumit dianggap lebih baik. Padahal Einstein mengatakan, “Segalanya harus dibuat sesederhana mungkin, tapi tidak lebih sederhana dari itu (maksudnya tidak sampai menghilangkan esensi).” Meraih kesederhanaan tidaklah mudah. Justru itulah pertanda kecerdasan seseorang, di mana dia bisa menyampaikan sesuatu yang rumit secara sederhana dan dengan jelas tertangkap oleh audiens. Sederhanakan presentasi Anda. Sederhanakan slide-slide di dalamnya. Jangan taruh terlalu banyak! Pecah slide Anda menjadi beberapa (jangan khawatir, menambah slide di PowerPoint itu gratis). Lebih baik Anda melakukan presentasi selama 20 menit dengan 100 slide sederhana (satu slide berisi satu ide), daripada presentasi selama 40 menit dengan 10 slide yang penuh dengan noise.

3. Slide presentasi menggantikan peran presenter.

Ini juga termasuk kesalahan yang fatal akibatnya bagi sang presenter, yaitu ketika ia mendesain slide presentasi berupa paragraf-paragraf tulisan yang kemudian ia baca kata per kata. Jangan pernah membaca slide presentasi! Begitu Anda membaca slide presentasi maka audiens langsung memberi kesan negatif pada Anda. Mereka bisa membaca slide lebih cepat daripada Anda membacakannya. Lagipula, kalau Anda hanya membacakan slide, lalu apa gunanya Anda? Tunjuk saja seorang asisten yang bertugas menunjukkan slide presentasi Anda pada audiens dan memindahkan ke slide berikutnya begitu audiens selesai membaca. Atau lebih mudah lagi, print saja slide Anda dan berikan pada audiens. Ini akan lebih menghemat waktu audiens Anda. Tentu bukan begitu caranya. Rancang slide presentasi agar tidak memiliki arti kecuali Anda ada di situ dan menjelaskannya pada audiens. Audiens datang untuk melihat Anda, karena Anda adalah bintangnya, bukan slide presentasi!

4. Desain presentasi tidak bersahabat dengan audiens.

Kesalahan ini adalah kesalahan teknis desain, seperti membuat tulisan yang terlalu kecil sehingga tidak terbaca oleh audiens kecuali dengan menggunakan teropong. Lalu ada juga kesalahan menggunakan terlalu banyak jenis huruf atau memilih jenis huruf yang terlalu aneh sehingga sulit dibaca. Penggunaan warna yang tidak harmonis dan menyakitkan mata atau membuat elemen dalam slide tidak terbaca juga seringkali dilakukan. Seberapa sering kita melihat seorang presenter menggunakan tulisan putih dengan latar belakang kuning, dengan ukuran font yang sangat-sangat kecil, dan berbentuk paragraf dengan berbaris-baris kalimat yang kemudian dibacakan olehnya? Sangat sering! Herannya, para audiens ini juga akan melakukan hal yang sama ketika mereka yang melakukan presentasi.

5. Tidak menampilkan sebuah kisah.

Kita saat ini bukan hidup di era informasi lagi, namun kita sudah memasuki era kontekstual. Informasi berkembang sangat sangat cepat, dan informasi apapun bisa dapat dengan mudah dicari oleh semua orang. Guru di sekolah bisa kalah informasi dengan muridnya yang sudah fasih menggunakan internet. Maka ketika Anda menyampaikan suatu presentasi dan hanya menekankan pada informasi, bukan tidak mungkin sebagian besar audiens sudah mengetahuinya atau bahkan memiliki informasi yang lebih baru. Jangan menekankan pada faktor “What”, tapi beri penekanan pada “So what?” Kalau Anda menampilkan suatu informasi, lalu apa maknanya bagi audiens, apa pengaruhnya bagi mereka, apa peluang atau ancaman yang akan mereka hadapi, dan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya? Berikan konteks pada informasi yang Anda sampaikan. Sampaikan kisah yang memiliki hikmah, bukan hanya berita tanpa makna.

Pada posting selanjutnya kami masih akan memberikan narasi tambahan untuk slide “Presentation that Wows”, yaitu tentang cara membuat kisah yang berkesan serta langkah-langkah mendesain presentasi yang memukau.

Popularity: 86% [?]

Advertise Here

Leave a Reply